Masa Depan Digtal

Masa Depan Digital Mempermudah Traveller, Dengan cara-cara ini … 

Masa Depan Digital – Berbicara tentang digital adalah salah satu pembicaraan yang paling saya sukai. Mungkin karena pekerjaan utama saya adalah Digital Marketing sehingga saya begitu update tentang perkembangan di industri Digital. Industri ini meliput beberapa cabang yang masih memiliki keterkaitan satu sama lain seperti Infrastruktur Digital dengan Artificial Intelligence atau technology dengan Internet of Things. Selain itu, beberapa Industri lainnya mulai ikut men-digital-kan diri mulai dari edukasi, kesehatan hingga transportasi. 

Tulisan kali ini saya hanya akan bahas khusus tentang transportasi yang berkaitan erat dengan Masa Depan Digital. Karena bagi saya yang sangat menyukai travelling, mencoba berbagai menu masakan hingga fotografi, penting rasanya untuk tahu beragam perkembangan terkini terkait transportasi. Mulai dari aplikasi pembelian tiket, pemesanan kamar hotel, sampai transportasi publik ataupun pribadi dari kota/negara yang dituju. Dengan berkembangnya digital saat ini, sangat membantu para traveller untuk hal-hal tersebut. Lengkapnya akan coba saya rincikan dibawah ini: 

BACA DULU INI INTERNET UNTUK KELUARGA

Masa Depan Digital Mempermudah Traveller dengan cara berikut: 

  1. Pemesanan tiket jarak dekat-jauh

Memesan tiket saat ini sangatlah menyenangkan, pilihan pun semakin banyak dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Memesan tiket tidak perlu lagi report harus mencari agen seperti jaman dulu tapi sudah semakin canggih dengan teknologi. Salah satu pesan tiket via digital yang dapat dilakukan di aplikasi khusus pemesanan tiket online ataupun di website dari maskapai, kereta api ataupun perusahaan swasta dari transportasi tersebut. 

Tiket yang dipesan pun bukan lagi hanya sekedar tiket pesawat perjalanan antar kota ataupun provinsi tapi juga transportasi public di area tersebut. Contohnya seperti perjalanan saya beberapa waktu ke Bali. Karena saya tidak menyukai untuk menyetir sendiri di kala liburan maka saya mencari adanya transportasi publik yang dapat digunakan. Saya menemukan sebuah perusahaan khusus yang dapat menghantarkan saya sesuai dengan tujuan yang saya inginkan dan tiketnya dapat dibeli secara online. That was so easy and lovely to use. 

  1. Early check-in 

Saya tidak tahu maskapai apa saja yang sudah menerapkan Early check in melalui aplikasi ataupun website. Karena saya tidak begitu suka terbang jadi saya hanya menggunakan maskapai-maskapai tertentu dimana salah satunya adalah milik BUMN. Maskapai tersebut mempermudah para penumpang untuk melakukan early check in. Cukup dengan mengkonfirmasi no booking, nama dan no KTP untuk disesuaikan maka proses check selesai. Jadi pada saat di bandara tidak perlu lagi harus antri panjang. Hehehe

  1. Tracking Transportasi Public 

Okay.. Untuk yang satu ini sangat saya syukuri bahkan jika saya bukalah traveller. Masa Depan Digital di Industri Transportasi sungguh menyenangkan bagi para pengguna transportasi umum. Melalui aplikasi google maps ataupun aplikasi khusus seperti tije dan KRL Akses saya dapat mengetahui sudah ada dimana bus/kereta yang akan saya tumpangi. Walaupun masih bisa dikatakan belum sempurna akan tetapi aplikasi tersebut sangatlah memudahkan bagi saya. 

  1. Info Resto/Cafe Hits 

Nah..  Siapa yang tidak suka makan, apalagi kalau berkunjung ke tempat baru. Mencoba jajanan hits sampai ke makanan tradisional wajib dilakukan. Dengan adanya perkembangan digital, mengetahui semua informasi tersebut tidaklah sulit. Cukup dengan membuka akun media sosial dan halaman pencarian google akan ada banyak referensi yang dapat dituju sesuai selera. 

  1. Refund tiket pesawat ataupun Hotel 

Pada masa-masa pandemik kemarin, ada beberapa tiket yang akhir saya refund. Alasannya tentu dikarenakan pembatasan dan menjaga jarak. Karena itu, sistem refund tiket baik transportasi dan hotel sangatlah disyukuri. Sistem ini pun tidak perlu membuat kita susah karena pengajuannya bisa dilakukan via aplikasi atau konfirmasi by email. 

Masa depan digital di industri transportasi memperbaiki segala yang tadi sulit untuk dilakukan menjadi mudah untuk dijangkau. Infrastruktur digital-pun mulai terlihat lebih baik bahkan membuat kita menjadi semakin tidak bisa lepas dari smartphone yang digunakan. Tentu penggunaan internet menjadi pilihan yang harus dimiliki untuk mempermudah hal-hal tersebut. 

Saat ini internet untuk keluarga yang saya gunakan masih berasal dari bumn yaitu IndiHome by Telkom Group. Dimana saya dapat melakukan semua hal untuk plan perjalanan dari rumah. Menyusunya menjadi satu, mengubah wishlist  ke kolom checkout hanya dalam satu kali pengerajaan di dilakukan di rumah saja. Tanpa harus repot saya lakukan dimanapun. Menyusun perjalanan dan melakukan perjalanan saat ini sangatlah menyenangkan. 

Internet Rumah

HUT Jakarta ke-495 – Rayakan Dengan Melakukan Hal-Hal Positif

HUT Jakarta – Perayaan yang wajib tidak wajib diikuti. 

Saya mungkin bukan warga Jakarta, tapi sehari-hari kehidupan saya berada di kota Metropolitan ini. Lebih dari 10 tahun bolak balik Jakarta – Bekasi membuat saya sering ikut andil dalam berbagai perbincangan mengenai Jakarta. 

Percakapan yang hadir di group whatsapp adalah satu satu dari sekian banyak channel komunikasi yang saya lakukan untuk membahas Ibu Kota Indonesia. Mulai dari pembahasan tentang pejabat daerah, aturan daerah sampai pada UU yang mengatur warga Jakarta dan sekitarnya. 

Bagi saya Jakarta bukan hanya untuk warga Jakarta saja. Akan tetapi warga yang tinggal di sekitarnya pun bisa dikatakan termasuk sebagai warga Jakarta tidak resmi. Hal itu dikarenakan bahwa orang-orang seperti saya yang tinggal di Bekasi ataupun bodetabek harus bekerja di Jakarta. Sehingga, kebijakan yang ada di kantor mengikuti kebijakan yang ada di Jakarta. Suka tidak suka, mau tidak mau kami juga akan ikut dalam hal menjaga dan merawat Jakarta.

Rayakan HUT Jakarta di Pusat Perbelanjaan

Tidak terasa bahwa sebentar lagi HUT DKI Jakarta. Ulang tahun Jakarta ke 495 dapat dirayakan dengan berbagai hal. salah satunya adalah berbelanja. Bukan hanya pusat perbelanjaan yang memberikan banyak diskon, potongan harga, cashback atau pun berbagai hal menarik lainnya. Tapi sejumlah toko online pun ikut berpartisipasi dalam perayaan HUT Jakarta. Dengan melakukan berbagai diskon menarik lainnya serta kolaborasi dengan banyak pihak.  

Biasanya, saya juga melakukan hal yang sama dengan warga di Jakarta pada umumnya. Belanja online dan mempersiapan Internet rumah agar Wifi cepat selama proses belanja. Bagi saya pengalaman belanja pada saat perayaan hari Jadi Ibu Kota Indonesia ini sangatlah seru. Apalagi sejak berlangganan IndiHome dari Telkom Group, saya dapat melihat lebih banyak produk secara online.

Pada saat belanja online internet rumah haruslah stabil. Karena biasanya diskon pada saat perayaan hari Jakarta sering kali membuat produk-produk tersebut cepat habis. Sehingga harus lebih cepat lagi untuk melihat barang tersebut dan checkout. Pademik kemarin, belanja online jauh lebih cepat, menguntungkan dan pastinya punya banyak kelebihan dan kekurangan.

Hal ini disebabkan karena pada saat pandemik kemarin kita tidak dapat keluar rumah. Mengatur semua menjadi serba online. Saya harus mengikuti serangkaian acara, meeting kantor, belanja online, perayaan dalam zoom meeting dan lain sebagainya. Karena itu kebutuhan Internet rumah wajib dimiliki. Walau sekarang sudah serba bebas dan dapat merayakan HUT Jakarta di tempat-tempat umum. Tetap saja, jika ada acara online wajib diikuti menurut saya. hehehe

Mengunjungi Museum

Jakarta memiliki sejumlah museum yang menarik. Katakan Museum Nasional yang tidak pernah sepi pengunjung. Museum gajah yang semakin modern dan menarik. Selain dikelola oleh pemerintah. Ada sejumlah museum yang dikelola swasta. Salah satunya adalah Museum Macan yang cukup ramai dikunjungi dan dibicarakan di media sosial. 

Dengan banyaknya museum di Jakarta, menjadi salah satu faktor penting dari peran pemerintah untuk melestarikan sejarah dan budaya. Karena di Museum, setiap orang dapat belajar berbagai hal dalam satu ruang dan waktu. 

Mengunjungi Museum pada saat ini adalah hal yang tepat. Kita dapat kembali mengingat pelajaran sejarah dan budaya. Serangkaian peristiwa yang pernah terjadi di kota ini mengingatkan kita bahwa Jakarta sudah menjadi kota modern. Perubahan-perubahan yang terjadi di Jakarta dihadirkan dalam berbagai visual yang menarik. Dapat disaksikan tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.  

Menjaga dan Melestarikan Hutan Kota 

Diiringi dengan perkembangan berbagai infrastruktur. Pemerintah juga sedang gencar-gencarnya membangun hutan kota. Dibeberapa titik seperti yang kita ketahui dan sudah sering dikunjungi banyak orang adalah Taman Menteng atau Taman Senopati. Selain dua taman popular tersebut,  pembangunan eco park Tebet juga sudah dinanti-nanti oleh warga Jakarta. Dengan begitu, fasilitas yang diberikan pemerintah untuk membuat masyarakatnya nyaman terealisasikan dengan baik. 

Jika Hutan Kota sudah memenuhi berbagai titik di Jakarta, tugas kita sebagai warga adalah merawat dan melestarikannya. Caranya pun mudah, yaitu tidak merusak fasilitas umum, membuang sampah pada tempatnya. Gunakan wc umum dengan baik, tidak menginjak rumput asli (mereka hidup loh, kasihan di injak) tidak mencabut bunga sembarangan apalagi melakukan berbagai hal terlarang di sekitar taman. 

Ada baik, melestarikan suatu lingkungan hidup menjadi tanggung jawab bersama. Karena kita harus paham bagaimana cara mereka bertahan hidup. Kegunaan mereka sebagai makhluk hidup bukan hanya mempercantik hutan kota tapi juga sebagai salah satu ekosistem yang saling ketergantungan satu sama lainnya. 

Pemandaan Langit Jakarta
Java Jazz

Cerita Seruku di Java Jazz 2018

Java Jazz 2018

Sepenggal kata puisi yang aku nggak tahu itu sudah cukup menggambarkan atau nggak ya..
Sekali-kali di buka dengan kata-kata bijak ah! Biar kelihatan ciri khasnya,, hehehe
Btw.. dear,,,
Bener nih, lama-lama udah kaya nulis di buku diary. *eh.. ada yang masih punya diary book📚 ga? Aku sih masih. Soalnya memang nggak semuanya bisa kau tulis di sini* okay skip..
Aku mau kasih laporan di kali ini, info sedikit-sedikit dan rasa yang kurasa setelahnya.
Jadi, jumat kemarin, sabtu malam lalu, aku pergi nonton Java Jazz 2018. Konser pertama yang aku lihat tahun ini. Semoga konser yang lainnya juga bisa aku lihat ya, biar bisa jadi bahan tulisan lagi. Okay skip, balik ke Java Jazz 2018
Aku pergi nonton sama temanku yang paling aneh *eh… teman aku aneh semua deh* ‘Windy’ Namanya, bocah satu ini bikin aku nonton yang harusnya jam 5 malah ngaret jadi jam set 8. Itu juga setelah mendapatkan parkir dan make up dulu di mobil. *maklum ya, dia baru pulang kantor dan aku yang kumel dari pagi habis melancong ke dokter gigi* jadi kita kudu touch up 💅biar nggak buluk-buluk amat gitu.
Dan pembukaan pertama kita nonton “Glend Fredly” nyanyi yeeeey
Walau cuman kebagian dua lagu terakhir tapi rasanya terbayar, gila loh! Gue jarang-jarang nonton live-nya Glend, kalau Kahitna mah udah sering, hahaha …
Setelah terburu-buru buat lihat penampilan Glend kita pindah buat lihat musisi lainnya, dan aku milih Matthew Whitaker Trio. Cerita awalnya aku sih yang mau nonton, eh.. perempuan disebelah aku ikut ini nih, malah ikut terbius. Jadinyaaaaa kita agak lama di sini, bahkan hampir di penghujung waktu Matthew mainin piano. Eh.. aku belum bilang ya, dia main piano? Jadi Matthew itu bukan penyanyi tapi pemain piano, dan permainnanya baaaagus banget. Kan tadi aku bilang si Windy sampai terpesona,, nggak mau gerak padahal dia mau lihat penyayi lainnya. Haha Yang berakhir dengan kata Gagal, padahal kita udah lari-lari dari stage sebelumnya. 😅 memang kurang beruntung dia..
Padahal ya, aku juga baru tahu siapa itu Matthew Whitaker, nggak sengaja tahunya dari youtube. Pas lihat ada nama dia di Java Jazz aku mau banget nonton dia dan ternyata eh ternyata … memang bagus, nggak nyesel penampilannya memang WOW …. Dengan ketidaksempurnaannya dia bisa main piano seenak itu, bikin terbius dan nggak mau keluar ruangan. Duuuh …. Kalau dengerinnya sambil tiduran aku rasa udah tidur kali. Hehehehe
Setelah gagal nonton, duh … aku nggak tahu tuh, Windy mau nonton siapa, nggak kenal juga lagunya*  aku sama Windy memutuskan untuk makan karena kita sudah terlanjur lapar. Waktu saat itu juga udah nunjukin jam 9an lewat jadi pantas aja kalau kita kelaparan, parahanya kehausan sih.
Dan lagi-lagi parahnya, aku lupa bawa atm BNI dan kita cuman bawa uang nggak lebih dari 100 ribu *dasar anak jaman Now, Cashless banget sih* yang bikin kita jadi pusing sepusingnya.
Nggak semua stand di sini nerima pembayaran cash. Parah… ini kan sponsor Bank besarnya BNI ya jelaslah minta bayaran pakai BNI, sedih, padahal punya tapi ketinggalan di mobil …
Drama banget dah saat itu, lapar, haus, capek dan masih mau nonton lagi tapi nggak mau balik mobil ambil atm. Lengkap sudah kelelahannya…
Untung ya, untung seuntung-untungnya. Mas-mas yang jaga konter BNI apalah itu Namanya baik banget kasih info kalau pembayaran bisa pakai apps terbaru BNI. *bukan promo loh ini, aku aja baru tahu* Namanya apa gitu, punya BNI lah pokoknya tinggal download terus masukin no rek dan password dan tinggal scan aja barcode dari stand-stand makanan yang kita mau. Kalar urusan, tapi lebih kelar lagi kalau jaringan Indosat dini agak-agak. Bikin keki…. Zong…😨
Setelah berkutat dengan makanan masing-masing dan perut rasanya sudah kenyang, kita lanjut lari dari satu stage ke stage. Malah jarak stage penyanyi-penyanyi yang mau kita lihat lumayan lagi, rasanya jadi ngos-ngosan *efek perut kenyang*.
Aku agak ngga ngerti ya, kok pas banget yang mau kita lihat penyanyinya nyanyi malah jarak stage-nya jauh-jauhan. Udah kaya musuhan mereka, kesel sendiri tapi yang lebih kesel lagi, jam-nya itu yang hampir bentrokan semua. Milih-milih yang bagus plus harus sering-sering lihat jam biar bisa kebagian semuanya. *ketawan banget ya nggak mau ruginya. Hahaha*

Yang Membekas

Buat aku, rasanya nggak pernah kepengin jadi dewasa. Rasa masih mau jadi mahasiswa, bebas, nggak ada beban. Kenapa aku bilang ini di sini, karena kita berdua susah banget buat ketemu, sampai-sampai kalau mau main memang harus ada yang ngalah, dan biasanya itu memang aku. Terpisah karena jarak, kesibukan serta jadwal sana-sini yang bikin kita susah banget buat kumpul sekedar ketawa, cerita-ceita nggak penting, nggosip sampai lari-larian biar nabrak cowo cakep terus kenalan *Windy banget* hampir lebih dari 3x aku nabrak orang, untung nggak benaran nabrak, malu banget kalau nggak sih itu!
Dan lagu dari Dionne Warwick yang judulnya “that’s what Friends are for” yang bikin kita berdua nyanyi nggak berhenti-henti, ingetin aku kalau moment waktu jadi mahasiswa itu membekas banget. Apa yang udah berlalu itu bener-bener nggak bisa diulang. Dan rasanya rindu-serindunya sama semua.
I miss you all💋
for everything
Eh.. udha nih balik lagi ke java jazznya ///////
Yang pasti, buat aku, java jazz dari tahun-ketahun memang selalu luar biasa, dalam satu tempat kita bisa menyaksikan beragam musisi dari berbagai negara, menghibur banget. Java Jazz jadi tempat wajib yang selalu aku usahain untuk datang. Dulu itu aku cuman jadi volunteer *gratis, tapi seru* waktu jaman-jamannya kuliah sampai sekarang yang datang, nonton, makan terus pulang deh. Hahaha, semoga tahun berikutnya bisa lebih banyak musisi yang aku lihat secara live. Okay😉
Kira-kira tahun depan datang sama siapa ya❓
Ga peduli, Mau gelap mau terang, yang penting foto dulu
Festival Dongeng

Festival Dongeng Internasional Indonesia

Ayo Dongeng Indonesia

Sabtu minggu kemarin, gue dapat kesempatan untuk hadir di Festival Dongeng International Indonesia (#FDII2017) yang disuguhkan oleh komunitas Ayo Dongeng Indonesia AyoDIdi gedung baru Perpustakaan Nasional di Jalan Merdeka Selatan. Buat Remaja akhir yang sedang menuju pendewasaan diri plus wanita karir yang belum berencana punya anak, *nikah aja belum ihsss* hahaha
 
Gue merasa kembali jadi bagian dari dunia anak yang penuh imajinasi dan kreatifitas tanpa batas. Buat gue pribadi, dongeng bukan hanya sekedar bercerita, bukan akan sekedar membagi ilmu atau pengetahuan dengan cara yang luar biasa ajaib, tapi buat gue dongeng itu sumber inspirasi.
 
Kenapa?
Karena gue hidup di jaman dimana dongeng adalah aktivitas sehari-hari. Bahkan buat gue kegiatan ini tetap jadi paling asik buat dilakukan. Bedanya kalau dulu gue yang didongengin sekarang gue belajar untuk menyampaikan dongeng buat dua cucu mama yang paling manis, pintar, imajinatif dan super ekspresi, anaknya si abang dan kakak cewe gue.
 
 
 
Kalau dulu gue berpikir dongeng hanya sebuah penyampaian cerita yang sering kali tidak masuk di akal gue. Akan tapi sekarang dongeng itu jadi salah satu alternatif yang bisa dipakai untuk membantu mencerdaskan anak-anak termasuk kita yang menjadi pendongeng.
 
Bagi sang anak, mendengarkan dongeng berarti mereka mendapat pelajaran baru, cerita baru, imajinasi mereka berkembang dengan pesat dan cara berpikir yang tidak akan pernah bisa kita bayangkan akhirnya seperti apa. Fantastic.
 
Sedangkan bagi pendongeng, kita dituntun untuk selalu kreatif dalam menyampaikan cerita dengan berbagai ekspresi, mencari inspirasi untuk membuat cerita baru agar sang anak tak cepat bosan serta membuat kita bersabar untuk selalu konsisten dalam menyampaikan cerita-cerita penuh makna yang bisa memberikan pelajaran hidup yang tidak mereka dapatkan di Pendidikan akademis.
 
Dan Festival Dongeng Internasional Indonesia yang sudah berlangsung di tahun ke 5 ini menjadi salah satu alternatif terbaik untuk mengajak anak-anak mengenal dunia dongeng dari berbagai sudut. Jika biasanya hanya orang tua di rumah atau seperti aku aunty-nya dan guru-guru mereka di sekolah, disini mereka dapat mendengarkan dongeng dari berbagai sumber inspirasi lainnya.
 
 
 
#FDII2017 menyediakan ruang dongeng umum di lobby utama serta dongeng-dongeng pilihan di ruang-ruang tertentu. Selain itu, orang tua juga bisa mengikuti kelas dongeng yang bertujuan untuk dapat menyampaikan dongeng dengan berbagai cara kepada anak agar sang anak selalu ingin dan terus menerus mau mendengarkan dongeng-dongeng yang disampaikan.
 
Festival yang diselenggarakan AyoDI Ayo Dongeng Indonesia bertujuan agar Dongeng bisa ‘membawa’ anak kemana saja. Karena itulah AyoDI konsisten mengampanyekan kegiatan mendongeng ke berbagai penjuru dunia. Dan kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini mengundang kurang lebih sekitar 50 pendongeng di seluruh dunia dan sekitar 150 relawan untuk mempersembahkan kemeriahan dalam cerita-cerita ajaib kepada anak-anak Indonesia.
 
Menurut kak Ariyo Zidni, salah satu pendiri Ayo Dongeng Indonesia sekaligus Direktur Festival Dongeng Internasional Indonesia yang tahun ini mengangkat tema #ceritaAjaib “Dari cerita-cerita ajaib, kami berharap anak-anak Indonesia akan mampu berimajinasi seluas-luasnya dan mengembangkan kreativitasnya. Dan disinilah peran orangtua dan guru untuk menunjukan keajaiban sebuah cerita kepada anak-anaknya.”
 
Selain itu, tema #CeritaAjaib juga menjadi buku dongeng baru yang diterbitkan oleh Penerbit Noura. Buku tersebut baru saja diluncurkan di hari pertama di #FDII2017 dan bagi yang ingin memilikinya harus senang dengan sistem PO yang dianjurkan oleh Peneribut Noura.
 
 
 
Oh ya..
Buku ini merupakan karya-karya dari Ayo Dongeng Indonesia yang dijadikan satu dan pengerjaan hanya memakan waktu sekitar 2 bulan saja. Wow…
 
And Sorry nih,, gue belum bisa review bukunya, belum ada di tangan. Hehehe…
Next gue cerita isi bukunya ya, lumayan buat kumpulan buku-buku Zalva dan Al.
Bazaar Art

Bazaar Art Jakarta dengan Tema Unity in Diversity

Bazaar Art

Belum ada waktu seminggu usai dari pergelaran seni, BAZAAR ART Jakarta di Grand Ballroom The-Ritz Carlton, Pacific Place tapi pembicaraan serta berbagai posting-an di media sosial masih terus berlanjut.
 
Pemeran seni yang berlangsung mulai dari tanggal 27 – 30 Juli ini mengusung tema Unity in Diversity”. Tema yang dipilih sesuai dengan misi yang sedang dijalankan oleh DKI Jakarta dalam menjadikan kota Jakarta sebagai pusat pengembangan seni rupa.
 
Faktanya, di pameran seni ini kita tidak hanya akan disuguhkan oleh lukisan dari para seniman dalam negeri tapi juga para seniman dan kolektor dari beberapa mancanegara yang ikut berpartisipasi.
 
Uniknya lagi, kita diajak bukan hanya untuk melihat-lihat lukisan saja tapi juga berbagai macam kegiatan lainnya seperti Creative talk dan Performance Art persembahan dari Djarum Bakti Budaya.
 
Aku sendiri hanya dapat mengikuti beberapa creative talk dan beruntungnya pada saat hari berkunjung sedang ada pertunjukan tari. Rasa bukan lagi menghadiri pameran seni tapi juga serangkai seni yang dapat dinikmati dari segala sudut pandang.
 
Menurut aku juga, acara-acara Bazaar Art Jakarta  memang harus rutin ada di sekitar kita agar para anak muda dapat mencintai dan dapat menciptakan seni yang luar biasa untuk bisa bersanding dengan para seniman Internastional.
 
Yuks nikmati foto-fotonya..

The Show