Life Love

Kembali mengingat Torch Relay Asian Games 2018



Aku mau nulis cerita baru nih, udah lama ya nggak nulis. Jadi sekarang mau nulis yang sudah berlalu dulu. Mau mengingatkan kembali cerita satu bulan yang lalu tentang Asian Games 2018. Telat banget ya!! hehehe

Masih ingatkan dibenak kalian gimana meriahnya pembukaan acara yang selalu berlangsung selama empat tahun ini. Kalau aku sih masih suka terkagum-kagum. GBK bisa disulap jadi panggung super wow sama tangan-tangan dingin dibaliknya. Belum lagi para atlet yang berhasil membawa banyak emas, perak dan perunggu untuk tanah Air.

Gimana nggak makin bangga, tahun ini Indonesia sudah bisa bikin prestasi yang sangat membanggakan di mata dunia. Kita harusnya banyak berterima kasih untuk semua penonton, kru acara, penyelenggara, para sponsor dan pemerintah Indonesia yang ikut memeriahkan bahkan terjun langsung untuk mendukung para Atlet. Dan pastinya special thank buat atlet-atlet Indonesia donk.

Torch Relay Asian Games 2018
Nah, sebelum opening ceremony Asian Games yang ada di GBK tanggal 18 Agustus 2018, kalian pasti sudah sering mendengar yang namanya Torch Relay Asian Games 2018. Sudah ada yang tahu dengan pasti apa itu Torch Relay?

Aku cerita dulu ya, Torch Relay atau buat para warga Indonesia menyebutnya membawa Api Obor Asian Games merupakan kegiatan yang dilakuan oleh seluruh para partisipasi untuk membawa Api obor tersebut mengelilingi Indonesia. Tentu kegiatan ini memiliki tujuan, salah satunya adalah untuk membuat seluruh masyarakat ikut dalam merayakan Asian Games 2018. Jadi bukan hanya warga Jakarta dan Palembang, seluruh warga Indonesia juga bisa ikut ambil alih dalam merayakan pekan olahraga akbar ini.

Btw udah tahu siapa aja yang ikut bawa Toch Relay?
Aku sih nggak tahu siapa aja, paling yang penting-penting menurutku baru ingat. Misalnya Hamish Daud yang membawa Obor Asian Games sambil berselancar, atau mantan atlet Bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti yang mendapat penghormatan karena menjadi yang pertama dalam menyalakan Torch Relay dan masih banyak lagi, mulai dari para artis, atlet, gubernur, walikota bahkan para petinggi BUMN contohnya Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo.



Seru ya yang dapat kesempatan bawa Obor Asian Games. Aku juga mau atuuh, saya nggak kebagian jatah. Hahaha

Rute Torch Relay Asian Games 2018
Untuk Rutennya sendiri kalian bisa cek di bawah nih, udah aku list.

17 – 19 Juli, DI Yogyakarta – Mrapen – Simpang Lima – Prambanan – Solo
19 – 21 Juli, Blitar – Kepanjen – Malang – Bromo – Probolinggo – Situbondo – Bondowoso
21 – 23 Juli, Banyuwangi 23 – 24 Juli, Gilimanuk – Kuta – Denpasar – Garuda Wisnu Kencana
24 – 25 Juli, Mataram
26 – 28 Juli Raja Ampat – Sorong
28 – 30 Juli Tanjung Bira – Makassar
30 – 31 Juli Banjarmasin
31 Juli Banda Aceh
31 Juli – 1 Agustus, Danau Toba
1 – 2 Agustus, Pekanbaru
2 – 3 Agustus, Bukit Tinggi
3 Agustus, Jambi
4 – 7 Agustus, Palembang, Banyuasin, Pematang Hilir, Prabumulih, JSC, Ogan Ilir
8 -9 Agustus, Bandar Lampung
9 – 10 Agustus, Serang
10 – 13 Agustus, Kabupaten Purwakarta, Bandung, Garut
13 – 15 Agustus, Cianjur – Bogor
18 Agustus, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta
Oh ya, sebelum menutup tulisan kali ini, Obor Asian games diambil dari api abdi Asian Games yang tersimpan di Studio Nasional Dhyan Chand, New Delhi, India. Kenapa di India, karena Asian Games pertama dilakukan di negara tersebut. Udah ya, sekian cerita kali ini. Tunggu aku share cerita selanjutnya dear.

This my story end and see for the next story
don’t forget to follow me in social media
xoxo 
Silvia 😘
Instagram : @silviaofstory
Twitter : @SilviputriN
Facebook: silviputrin 
(Visited 4 times, 1 visits today)