Makan sehat ala Generasi Cerdas, Gimana sih caranya

2019-11-12 19 Comments


Hai…
Tulisan saya kali ini agak berat kaya-nya nih!
Saya akan membahas anak-anak millennial – generasi Cerdas – terus – Gimana caranya melakukan pola hidup sehat di kota Metropolitan ini. Tapi gayanya tetep millennial. hmmm gimana? Sudah terasa berat pembahasannya? Sepertinya tulisan kali lebih sekedar diskusi ya, takut-takut ada yang kurang atau salah penyampaiannya. Jadi silahkan yang mau kasih masukan tinggalkan jejak di kolom komentar. Biar kita bisa sama-sama belajar dan saya punya banyak ilmu baru. hehehe



Berawal dari Hari Pangan Sedunia
Dalam rangka hari Pangan Sedunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM mengadakan sebuah acara di kawasan Gatot Subroto tepatnya di  Mitra Terrace, Sabtu tanggal 9 November 2019 lalu. Acara yang sebagian besar dihadiri oleh anak-anak SMA ini bertujuan untuk mengajak generasi millennial untuk lebih cerdas dalam memilih, membeli bahkan mengkonsumsi semua jenis makanan. Tidak heran jika sepanjang mata memandang dedek-dedek gemes semua, berasa jadi anak SMA lagi kan J

Acara yang dipandu oleh kak Kemal dan diisi dengan sejumlah informasi dari Kepala Badan POM Ibu Dr.IR Penny K. Lukito, MCP dan Guru Besar Teknologi Pangan IPB bapak Prof. DR. Purwiyatno Hariyadi cukup menarik diikuti pada hari itu. Saya sendiri merasa mendapatkan beberapa info penting terkait pangan. Mulai dari jenis pangan khas Indonesia, melihat label makanan kemasan, mengukur kadar GGL (garam, gula dan lemak) sampai pada hal terpenting yaitu mengajak masyarakat terutama generasi millennial untuk lebih peduli dalam memilih makanan baik yang belum diolah maupun yang sudah diolah.  


BPOM di era Millennial

Saya pernah bertanya sama beberapa teman yang suka sekali melakukan diet, Apa makanan yang kamu konsumsi cukup untuk tubuh? Bagaimana kadar GGL-nya, nutrisinya tercukupi-kah dan yang pasti  apakah makanan yang dikonsumsi cukup membuat kenyang?

Cek KLIK dan Pintar-Pintar-Berbelanja

Beberapa orang yang melakukan diet mungkin lebih teliti dalam memilih makanan. Mereka cukup kompeten untuk melihat makanan yang akan mereka beli apalagi mereka konsumsi. Jika makanan itu adalah makanan kemasan mereka pasti lebih sering melakukan CEK KLIK daripada yang saya lakukan. Cek Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa, kalau saya yang belanja makanan yang terpenting adalah melihat kemasan tersebut, masih rapih dan tersegel dengan baik atau tidak lalu tanggal kedaluwarsanya masih lama atau sebentar lagi. Bahkan saya tidak atau sangat jarang melihat table nutrisi, Beda banget dengan beberapa teman saya yang suka diet. Mereka akan sangat teliti melihat table-tabel nutrisi yang tertera.

Antara paduan suara dan yel-yel beda tipis. hihi

Karena itu, kadang jenis manusia seperti saya yang tidak suka repot ini, bisa memanfaatkan aplikasi yang BPOM miliki untuk melakukan cek KLIK pada makanan yang akan dibeli. Dengan system 2D Barcode, siapa saja bisa melihat informasi legalitas produk melalui aplikasi BPOM Mobile. Dengan kemajuan teknologi dan generasi yang semakin hari semakin mengandalkan Smartphone menurut saya system ini sangat membantu. Saya tidak perlu membaca satu-satu cukup scan barcode dan sejumlah informasi dari makanan tersebut dapat dibaca dengan jelas.

Mudah bukan?

Di Era industry 4.0 apapun bisa dilakukan secara Digital termasuk membeli makanan via online, tidak heran jika mendapatkan makan akan sangat mudah. Apalagi promo-promo yang ditawarkan, diskon, cashback, gratis ongkir dan lain-lain. Membeli makan siang terasa lebih cepat pada waktu lapar atau bahkan pada saat mood sedang buruk. Kita tidak perlu bersusah payah untuk keluar ruangan apalagi antri. Masalahnya, hal sepele seperti mencari tahu apakah makanan siap konsumsi yang dipesan sudah bersih atau apakah makan tersebut aman sehingga tidak ada bakteri jahat bersarang tidak pernah terpikirkan. 

Hal-hal seperti yang saya sebutkan sebelumnya memberikan idea kepada Badan POM untuk bekerja sama dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan beberapa marketplace seperti Bukalapak, Halodoc, Klik Dokter, Grab, dan Gojek. Kerja sama ini dilatarbelakangi dari hasil pengawasan Badan POM melalui tim Cyber Patrol yang menunjukkan bahwa banyak produk Obat dan Makanan yang tidak memenuhi standar keamanan, manfaat, dan mutu yang diperjualbelikan melalui berbagai platform marketplace. Semoga dengan kerja sama seperti ini dapat meningkatkan efektivitas pengawasan keamanan, kualitas dan mutu serta kebenaran informasi dari produk obat dan makanan yang beredar secara online.

Makan sehat ala Generasi Cerdas

Konsumen cerdas adalah konsumen yang mampu mengkonfirmasi terlebih dahulu kebenaran dari setiap informasi dari produk yang dibeli bisa itu berupa obat ataupun makanan. Jangan lupa untuk mengkonfirmasi setiap jenis berita makanan sebelum disebarluaskan agar tidak adanya penyebaran hoaxObat dan Makanan. Jadi, tidak salah jika Badan POM bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) untuk mengurai bahkan mencegah berita-berita hoax tentang Obat dan Makanan.

Semoga dengan kampanye keamanan pangan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilih dan mengkonsumsi pangan yang aman, bermutu dan bergizi dalam rangka mewujudkan zero hunger world. Jadi, kawan-kawan semua, yuks-lah jaga pola makan dan pastinya harus pintar-pintar dalam membeli, mengolah dan memakan semua jenis makanan. Okay J


See in the other story.
XoXo


Silvia

Ada yang dapat sepedah



Perwakilan anak-anak SMA yang menang yel-yel 

Instagram : @silviaofstory

Twitter : @SilviputriN
Facebook: silviputrin

19 thoughts on “Makan sehat ala Generasi Cerdas, Gimana sih caranya”

  1. memang bikin resah kalau ada yang share berita hoax tentang obat dan bahan pangan.. saya sendiri termasuk cukup aware terkait pangan sehat dan aman

  2. Wah asik dan seru banget acaranya mbak, dewasa ini penting banget untuk sadar dan cek BPOM apalagi untuk makanan yang dikonsumsi. Saya juga sekarang memang hati2 kalau beli makanan mbak lebih picky kalau enggak ada BPOM nya.

  3. Acaranya keren banget mbak, edukatif lagi karena pesertanya selain blogger ada beberapa perwakilan dari siswa-siswi DKI Jakarta jadi biar dari muda lebih aware lagi dalam mencari makanan yang baik ya mbak

  4. Harus lebih sadar lagi nih tentang pentingnya ngecek dulu sebelum membeli, apalagi sekarang semua serba mudah ya dengan cek klik, biasanya kalau belanja mah cuma lihat ED nya aja dan Halal nya, hhihih

  5. Perlu banget memang kita melakukan Cek Klik seblum membeli apalagi makanan agar bisa terhindar mengkonsumsi yang gk bagus buat tubuh y mba

  6. saya juga terbiasa untuk lebih cek kemasan lagi sebelum membeli. terutama makanan yang udah ada BPOM nya, rasanya lebih aman ya..

  7. Salut nih kyknya BPOM makin gencar ya mengkampanyekan keamanan pangan. Ah bener juga kalau mau beli apa2 sebaiknya cek juga kandungan bahan produknya ya, apalagi kalau makanannta dikonsumsi anak2 jdnya kudu teliti kalau ada bahan yg mungkin agak.kurang baik dimakan anak. Begitu pula dgn org dewasa.

  8. aku juga termasuk suka lupa ngecek label dan kemasan di barang yang kubeli nih. Kayaknya perlu banget aku instal aplikasi KLIK ini biar lebih aman kalau belanja

  9. Ah, generasi milenial sekarang sukanya yang praktis-praktis dan mereka kadang sedikit teledor mengenai makanan. Perlu banget ya edukasi begini untuk generasi milenial agar aware dan teliti saat beli makanan. Anakku juga sudah sih kuajari, tiap beli jajanan atau makanan apa pun, lihat dulu kandungannya, cek tanggal kadaluarsanya dan sebagainya.

  10. Dukung Zero Hunger World juga..Semoga Indonesia makin sejahtera rakyatnya. Karena tanahnya yang subur dan memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.Canggih banget inovasi Cek Klik ini…bisa tahu info berbagai makanan hanya dengan scan barcode.

  11. bener.. bener.. kalau mau makan sehat kita harus peduli sama komposisi dan kesehatan makanan tersebut. Jika sudah lewat BPOM insya Allah sehat ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *