No Time To Die, Akhir Perjalanan James Bond

No Time To Die
2021-10-26 0 Comments

Yuks, Baca cuap-cuap aku tentang film yang sudah ditunggu-tunggu dari 2020, No Time To Die. Btw, ini aku beli tiketnya di M-Tix agar tidak perlu report-report antri dan bisa mengurangi interaksi dengan orang lain juga. Tetap jaga Jarak ya, apalagi Cuci Tangan dan Pakai Masker. Okay

No Time To Die

I watched, ‘No Time To Die Movie‘. I know, it’s to late to review. I really worry about watching movie in the cinema. You know, Pandemic makes me scary about everything, one of to go to cinema. And I think, watch movie in the cinema is not to bad for now. Rasanya luar biasa loh! Keluar dari sangkar dan bisa balik duduk di bangku bioskop. Lalu film yang saya tonton adalah film Box Office. Bahkan Rotten Tomatoes memberikan ranting hingga 84% dengan 300 lebih review. Amazing bukan? 

Sayangnya, menurut saya film ini, kurang lebih menampilkan terlalu banyak drama dibandingkan action. Apalagi durasinya juga cukup panjang yaitu 163 menit atau 2 jam 43 menit. Beberapa bagian dari film ini membuat saya berpikir, bumbu percintaannya cukup kental. Ya, jika dipikirkan kembali mungkin ini adalah penuntas dan tujuan dari Film terakhir yang diperankan oleh Daniel Craig, No Time To Die

No Time To Die menceritakan kisah terakhir dari James Bond dan sang kekasih Madeleine Swann (Lea Seydoux). Dimana Bond sedang menikmati masa pansiunnya setelah memenjarakan Ernst Stavro Blofeld (Christoph Waltz). “You need to watch ‘Spectre’. Namun, perjalanan Bond tidak pernah mulus, karena ternyata masih ada yang tertinggal dari film-film sebelumnya. Fokus film ini adalah pencurian sejata ‘nanobot’, yaitu senjata yang ditransmisikan melalui kontak dan direkayasa. Dengan tujuan untuk menargetkan penanda DNA tertentu, baik dari individu, keluarga, atau etnis.

Italy – No Time To Die

A little synopsis

Pada masa-masa pensiun inilah saatnya bagi Bond dan Madeleine berlibur dan pilihannya liburan mereka adalah Italy. Seperti sengaja, Madeliene memilih tempat ini untuk menuntaskan sesuatu antara Bond dengan Vasper. Terdapat sedikit rahasia diantara mereka dan hubungan yang mereka jalin membuat mereka ingin saling terbuka dan membagi rahasia-rahasia yang saling mereka pegang. Apalagi, pemicu dari permasalah di film ini adalah rahasia Madeleine yang seharusnya diketahui Bond sebelumnya. 

Setelah mereka sampai dipenginapan, paginya Bond mengujungi kuburan ‘Vaspe” and he said ‘I miss you’. One sentence and Bom … Beneran bom, seseorang telah memasang perangkap untuk membuat kericuhan kecil. Setelah itu, satu persatu terungkap dan merusak liburan mereka hingga puncaknya Bond merasa kecewa dengan rahasia yang disembunyikan Medeliene. Sehingga memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka. Bond meninggalkan Madeliene di stasiun kereta api dan tidak berjanji untuk menemuinya kembali.  

They never meet again for five years. 

Sayangnya, semua tidak sesuai rencana Bond karena mereka kembali dipertemukan. Kasus yang akan ditangani oleh Bond mewajibkan dia bekerjasama dengan Madeliene. Tujuannya adalah mencari tahu siapa yang mencuri sejata berbahaya yang menggunakan DNA dan sejata tersebut ternyata dibuat oleh MI6 sebagai senjata rahasia. Awalnya mereka menyangka bahwa ini adalah ulah dari oraganisasi ‘spectre’ akan tetapi ada orang yang lebih gila mencurinya. 

Lyutsifer Safin (Rami Malek) adalah seseorang yang memiliki dendam dengan  Blofeld, si pemimpin ‘specter’. Dan dia dengan dendamnya mengambil satu persatu persiapan yang dilakuakn oleh ‘specter’. Hal yang paling tidak diduga bahwa Lyutsifer memiliki hubungan dengan Madelien. Tentu saja jalan cerita semakin seru dengan adanya orang ketiga bukan? Seseorang yang menganggap bahwa Madelien adalah milikinya karena satu dan lain hal. Pria sopan yang tidak emosional akan tetapi sangat kejam dan tidak berprasaan. (Jarang-jarang kan penjahat kaya gini) 

Judul Ke-25 

No Time To Die adalah judul ke-25 dari franchise film 007 yang tentunya juga merupakan film terakhir dari actor Daniel Craig. Sejak berperan sebagai James Bond di Casino Royal 2016 lalu, Daniel sudah megambil hati para penonton sebagai sosok baru James Bond yang kharismatik. Dengan total lima film 007 diperankan olehnya dengan begitu apik dan memberikan kesan luar biasa menyenangkang. Seakan-akan sulit sekali mencari pengganti Bond selanjutnya.

Selain itu, No Time To Die tidak lengkap rasanya jika belum menonton film-film James Bond sebelumnya. Setip bagian seperti menuntaskan satu persatu masalah yang belum usai. Serta pesan-pesan tersirat seperti penyampaian tentang ras, gender bahkan warna kulit. Penonton dibuat terpukau dengan pemilihan agen 007 selanjutnya, seorang wanita berkulit gelap. Pemilihan ini tentu atas banyaknya pertimbangan dan cukup baik bagi perfilim di dunia. Penyampaian tersebut haruslah disambut hangat, bahwa kaum wanita bukan hanya sebagai pelengkap dalam sebuah organisasi. Warna kulit hitam maupun putih juga bukan masalah bahkan ras sekalipun.

Thank you to all readers. Bagi aku yang ga punya banyak waktu luang ini. Menulis jadi salah satu kegiatan yang menyenangkan sekaligus melelahkan. Lelah kalau harus menulis sesuatu yang menguras emosi. Tapi, aku akan berusaha untuk rajin nulis biar ga jadi beban tapi jadi kegiatan yang bermanfaat. Lumayankan ya kalau di blog, dibandingkan di journal. Kalau di journal cukup yang pribadi-pribadi aja. hehehe …. bye bye

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *