Cek Toko Sebelah, Film terKocak, terAsik 2016

Aku udah lama ga nulis di forum satu ini.
Mungkin bisa dibilang agak sibuk sama kegiatan sehari-hati. Tapi yang sebenarnya aku-nya sih, gak bisa bagi waktu dengan baik.
LUPAKAN , balik ke judul hehe

CEK TOKO SEBELAH Review

Aku nonton film yang dibitangin dan disutradarai oleh Ernest ini udah yang kesekian kali. Lumayan deh, padahal aku bukan orang yang akan nonton film Indo banyak-banyak. Tapi film ini bener-bener harus direkomendasi buat setiap warga Indo. Film ini termasuk film yang bukan hanya bagus dari segi komedian/hiburannya aja, tapi juga pelajaran-pelajaran sehari-hari yang bisa kita petik. Contohnya, seperti persangian diantara dua toko yag bersebelahan, karyawan toko yang kasmaran sama karyawan toko sebelah atau sesama karyawan yang cekcok tapi berteman baik. sesimple itu aja. 

Lagian pula dengan nonton film lokal jadi salah satu bentuk kita menghargai karya dalam negeri.

Nah, yang mau cek tanggapan-tanggapan dari penonton cek aja di IG atau Twitternya Ernesr dan cts Movie. Aku dapat twitter poll yang masih jadi hasil sementara nih. Coba lihat.

Aku yang terakhir ya hehehe
Film yang sudah tayang di seluruh cinema di Indonesia sejak akhir 2016 ini cukup menarik minat para penonton. Kalau lihat di IG dan Twitter Ernest kita bisa lihat sudah berapa banyak yang nonton film ini. Dari jumlah tersebut, terbukti bahwa film bergendre komedi ini bisa jadi salah satu film yang wajib dinikmati dan layak di tonton berkali-kali. Bahkan aku pernah lihat di IGnya @ctsmovie ada yang borong tiket. Nonton satu RT kayanya mereka.
4 Januari
Cek Toko Sebelah / CTS Movie berkisah tentang dua bersaudara Yohan (Dion) dan Erwin (Ernest) dengan ayah mereka Kok Afuk (Chew Kin Wah) yang memiliki toko Kelontong. Yohan sebagai kakak Erwin masih dalam tahap untuk mengembangkan karirnya sebagai photografer, sedangkan Erwin sudah bekerja di salah satu perusahan besar dan sedang direkomendasikan untuk bekerja di Singapura.
Masalah timbul saat ayah mereka ko Afuk mulai sakit-sakitan dan merasa sudah tidak sanggup lagi menjalankan tokonya. Sehingga dia mewarisi toko tersebut ke Erwin yang notabene adalah anak terakhir. Percecokan mulai menjadi-jadi karena Yohan merasa tidak terima ayahnya dengan segala perlakuan ayahnya yang lebih memilih Erwin padahal selalu ada dia yang berusaha untuk menjaga Ayahnya.
CTS Movie juga memberikan penggambaran karakter yang baik, bukan hanya tentang etnis tapi lebih kepada bagaimana seseorang menjalani kehidupan sehari-harinya di kota besar. Contohnya seperti membantu orang tua menjaga toko dan mengolah usaha keluaraga. Serta bagaimana interksi yang terjadi diantara ayah dan anak, Yohan dengan Istrinya Ayu (Adini W) yang berbeda etnis serta Ewin yang berbicara dengan pacarnya Natalie (Gisella A) menggunakan bahasa Inggris.

Banyak hal yang bisa kita petik dari CTS movie. Tinggal bagaimana caranya kita mencerna makna yang terkadung di dalamnya. Buat aku, nonton film bukan hanya untuk hiburan tapi juga belajar dengan cara yang lebih menyenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *