Referensi Buku | Aku suka membaca, entah sejak kapan. Yang aku ingat, aku suka sekali membaca buku cerita, berlangganan majalah bobo saat kecil, melahap habis rubik anak di koran Kompas setiap minggu. Dan pastinya paling suka diajak ke toko buku. Kebiasaan dan hal-hal menarik itu masih terus aku sukai hingga saat ini. Walau mungkin waktu membacanya lebih sedikit daripada dulu. Dan jenis buku yang dibaca juga lebih beragam. 

Membaca membuat aku melupakan segala masalah kehidupan, yang aku pikir jadi orang dewasa itu menyenagkan saat anak-anak dulu. Ternyata semua hanya ilusi dan pastinya kesibukan ini membuat aku harus mencari sedikir hiburan agar tidak larut dalam duniawi yang sedikit banyak membuat stress dan membuatku semakin tua. 

Cerita aku tentang Buku 

Buku adalah temanku, aku selalu diejek ‘kutu buku’ ‘unsos’ dan lain sebagai baik dulu maupun sekarang. Karena disetiap kesempatan aku akan membaca, lebih memilih bersama buku-buku yang baru aku beli atau sudah sering aku dari pada pergi ketempat-tempat ramai. Aku suka sekali membuat coretan-coreta jika didalam buku tersebut terdapat kata-kata bagus yang bisa jadi memotivasi hidup. Menandai halaman-halaman berharga yang bisa aku kembali lihat jika ternyata rencana hidup tidak sesuai dengan ekspektasi. 

Buku mengajarkan banyak hal padaku, memberitahu apapun yang tidak aku ketahui sebelumnya, petunjuk untuk setiap kegiataku saat ini. Buku adalah teman bagi aku yang paling suka sendirian. Buku bagaikan sebuah permata yang tidak akan bisa kamu lihat dengan sebelah mata. Aku suka dan sangat suka buku. Apapun bentuk dan rupanya. 

Buku Cetak vs Buku Online 

Sekarang, buku bisa saja berbentuk online/digital. Di gadget yang aku miliki, selain Netflix dan Prime Video yang menjadi langganan aku adalah Kindle dan Gramedia. Aplikasi yang tidak boleh sampai tidak aku bayar dan pastinya aku baca donk. Aku tahu, aku jarang sekali membacanya, tapi kadang kala, disaat tas kerja sudah penuh padat dan berat, mau tidak mau aku akan membaca buku versi digital. 

Aku paling suka Kindle, referensi bukunya luar biasa luas. Banyak jenis buku dan buku yang tidak bisa ditemukan di toko buku di Jakarta. Aku tidak lagi harus memesannya secara online untuk mendapatkan versi fisik walaupun aku lebih suka versi tersebut. Di Kindle aku dapat membaca berbagai jenis buku pengembangan yang tidak tersedia di toko. Aku bisa membaca sepuasku, walau kadang harus mencuri-curi waktu. 

Versi digital sering sekali aku download dan memanfaatkan Wifi Rumah. Paket Internet Cepat yang bisa aku dapatkan secara gratis dan membuat aku dapat membaca tanpa harus khawatir kuota. Apalagi jika dinas keluar kota/negeri. Aku pasti akan memanfaatkan Wifi Rumah untuk mendownload beberapa jenis buku yang ingin aku baca. 

Kadang kala, paket internet cepat yang aku pasang di smartphone bisa lebih hemat jika menggunakan wifi rumah. Selain itu, aku juga menghemat energi baterai smarphonekan. And Thanks to IndiHome by Telkom Group yang sudah aku pakai sejak beberapa tahun lalu. Aku jadi hemat dari segi kuota internet cepat dan baterai saat ingin terus membaca versi digital.

Referensi Buku untuk Pemula

Aku tidak dapat akan menjudgment mereka yang tidak menyukai membaca. Akan tetapi, suka membaca dapat dilatih. Selain membuat aku menjadi tahu tentang banyak hal, yang aku tahu membaca dapat mengurai tingkat atau mencegah penyakit Alzaimer. Bukankah hal tersebut baik untuk kita sampai hari tua. Jadi kenapa tidak mulai membiasakan diri dengan membaca. 

Nah, buat kamu yang masih dalam masa percobaan, ingin menjadikan membaca sebagai kegiatan tambahan. Aku punya beberapa ferensi buku yang bisa kamu baca di akhir pekan, di waktu senggang ataupun di saat kamu sedang sedih dan galau berat. 

  1. Twivortiare

Buku karya Ika Natassa ini cukup ringan. Buku ini membuat kamu tidak seperti membaca novel biasa karena ini kumpulan tweet yang dijadikan Novel. Ceritanya ringan tapi cukup menyentuh dan membuat kamu tidak bisa berhenti membaca. Buku ini juga sudah pernah difilmkan loh. 

  1. Mimpi Sejuta Dolar 

Sama seperti buku Ika Natassa, Mimpi Sejuta Dolar juga sudah difilmkan. Buku ini bercerita tentang perjuangan Merry Riana dalam menjalani kehidupannya di Singapore. Orang-orang berpikir jika belajar di luar negeri hanya untuk anak-anak pintar dan kaya. Nyatanya, Merry Riana harus hidup penuh perjuangan disaat keluarganya juga tidak baik-baik saja di tanah air. Dari buku ini kita akan belajar banyak hal untuk terus berjuang menjalani hidup. Karena perjuangan dan usaha tidak akana pernah menghianati hasil

  1. Negeri 5 Menara

Nah refrensi buku terakhir yang mau di share adalah ini, Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi. Aku suka buku-buku motivasi dalam bentuk karya fiksi seperti ini. Ceritanya ringan menjadikan kita untuk terus bersyukur dan berterima kasih atas semua hal yang telah Tuhan berikan.

Dari semua hal yang sudah aku share, kira-kira apakah kamu akan tertarik dan mulai mmebaca?

(Visited 1 times, 1 visits today)

RELATED ARTICLES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *