Wifi Cepat

Syukur – Sebuah Puisi

Aku sedang berpikir.
Mengajukan setiap mimpi menjadi kenyataan dan membuat ide yang aku punya ke langkah selanjutnya.
Aku melangkah untuk berubah, bergerak untuk maju tak pantang mundur, mengubah segalanya.

Aku punya banyak kemauan, mimpi-mimpi yang belum semuanya aku wujudkan dalam bentuk nyata.
Aku punya ide dan cita-cita.
Semuanya ingin aku jadikan kenyataan. Menyusun kenyataan, merancang masa depan.
Tapi sayang,
di setiap jalan selalu ada rintangan,
tikungan tajam yang menghambat,
rasa lelah dan putus asa yang ikut menghantui.
Aku berpikir,
mungkinkah ada satu hal yang belum dituntaskan.
Mungkinkah aku membuat sebuah kesalahan fatal atau ada satu hal yang tidak aku selesaikan.
Selalu ada kemungkinan.
Selalu ada dugaan dan prasangka.
Dan yang paling membuatku semakin berpikir tanpa tahu jawabannya adalah syukur. 
 
Aku berpikir,
Tuhan memberi diriku banyak hal.
Banyak hal sampai-sampai aku tak dapat menyebutkan-nya satu persatu.
Pekerjaan,
teman-teman,
sahabat,
keluarga,
rezeki yang berlimpah,
kasih sayang,
cinta dan impian.
Sehingga aku terbawa rasa biasa tanpa mengucap syukur di setiap nikmat. 
 
Ya..
Dalam benakku sekarang,
Aku kurang merasa ‘syukur’
Padahal tidak sedikit yang aku punya,
tidak pula kurang atau pun lebih.
Semua terasa pas jika aku bersyukur.
Karena Tuhan jauh lebih tahu apa yang dibutuhkan oleh kita saat ini dan apa yang kita butuhkan nanti. 
 
Aku bukan hanya berpikir saat ini.
Tapi juga menyusun kembali pundi-pundi impian yang aku,
kepingan-kepingan masa depan yang ingin aku raih
dan Rasa Cinta yang ingin selalu aku pupuk. 
 
Untuk Diriku 
Untuk Masa Depan yang telah menanti
Untuk setiap Mimpi 
Untuk Cinta dan Harapan
Untuk Kasih dan Sayang